Free Widgets

Selasa, 27 September 2011

Akibat Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Tidak Transparan


         Ketertutupan para penyelenggara Negara membuat sesuatu menjadi kabur, sehingga peluang peyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah sangatlah memungkinkan.Dan kenyataan inilah yang saat ini terjadi dalam pemerintahan kita. Lihat saja bagaimana praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang di lakukan oleh oknum pemerintah begitu tertutup rapih dan seolah-olah menjadi budaya dikalangan elit politik. Sungguh kenyataan yang sangat ironis dan memprihatinkan.
Dan akibat ketertutupan inilah partisipasi masyarakat terhadap penyeenggaraan pemerintah semakin kecil. Apabila hal ini terus berlangsung, dan para penyelenggara pemerintahan semakin menyalahgunakan kekuasaannya, maka dapat dipastikan  bahwa pemerintahan Negara semakin tidak dipercaya oleh masyarakat. Bisa dibayangkan seandainya hal ini terjadi. Bila suatu pemerintah sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat, berbagai unjuk rasa, penentangan, kerusuhan massal yang akhir-akhir ini merebak, tidak dapat dielakan. Kita lihat di laoangan bagaimana oknum pemerintah melakukan penggusuran secara paksa terhadap Rakyat kecil. Para pedagang kaki lima yang digusur secara paksa. Dimanakah letak keadilan? masihkah ada hati nurani dari para pemegang kekuasaan. Sekali lagi dimanakah letak sebuah keadilan?
Sementara tujuan Negara kita adalah terpenuhinya keadilan bagi rakyat Indonesia, sesuai pembukaan UUD 1945 , bahwa Negara yang hendak didirikan  adalah Negara Indonesia yang adil dan makmur dan bertujuan menciptakan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Pesan yang terkandung dalam UUD 1945 inilah yang seharusnya menjadi pedoman dan pemicu semangat bagi para penyelengara Negara bahwa tugas utamanya adalah menciptakan keadilan. Ketidakadilan merupakan sumber perpecahan sebuah bangsa. Adanya pertentangan, kerusuhan missal, aksi-aksi demo, dan pergolakan di suatu wilayah, salah satu sumbernya adalah ketidakadilan.
Sementara para penyelenggara pemerintah menikmati kekayaan yang mereka tumpuk, rakyat kecil semakin terpuruk. Apa sebenarnya demokrasi itu? “Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.”  Apakah hal ini hanya dijadikan kedok untuk menutupi kebobrokan pemerintah kita saat ini? kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah sesungguhnya adalah  suatu amanat yang harus dijalankan dengan kejujuran oleh para penyelenggara pemerintahan.
Hilangnya kepercayaan yang nantinya dapat berujung pada rasa saling curiga dari masyarakat terhadap pemerintah, dapat mengancam stabilitas nasional. Untuk itu perlu di bangun dan di bina sikap saling keterbukaan antara penyelenggara pemerintahan dan rakyat. Dengan adanya keterbukaan inilah dapat melahirkan komunikasi yang akan menumbuhkan kepercayaan dan mengatasi rasa saling curiga dengan demikian  suatu kehidupan yang yang menjadi tujuan Negara Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 dapat terwujud.tentunya hal inilah yang selama ini kita idamkan. (oleh : nena nurhasanah/http://kewarganegaraan.wordpress.com)

Mutasi Jabatan Kabag Humas


Jabatan Adalah Amanah



Kepala Bagian Humas, Protokol dan TU Pimpinan Setda Kota Pontianak, Lazuardi, Kamis (14/4) dilantik oleh Walikota Pontianak, Sutarmidji, menduduki jabatan barunya sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pontianak.

“Jabatan di suatu pemerintahan merupakan amanah yang diberikan oleh rakyat. Karena, fasilitas, gaji, dan segala macam yang dinikmati merupakan milik rakyat. Tentunya, sebagai rakyat memberikan amanah untuk dijalankan dan dijaga oleh pejabat pemerintahan,” ujar Lazuardi saat berpamitan dengan media cetak dan elektronik di ruang Media Centre Pemkot Pontianak, usai dirinya dilantik.

Pernyataan dari Walikota Pontianak itulah yang dijadikannya acuan dalam menjalankan amanah dan jabatan yang diembannya sekarang dan ke depan. “Jabatan adalah amanah dari Allah yang diberikan kepada saya melalui kepala daerah. Kita harus melaksanakan amanah itu. Kita ini dibayar dan difasilitasi dan segalanya oleh rakyat. Itu seperti yang dikatakan pak Wali,” katanya.

Menurut dia, dirinya menjabat sebagai Kabag Humas dan TU Pimpinan Setda Kota Pontianak ini kurang lebih dua tahun empat bulan. “Saya dilantik Januari 2009 lalu,” kata Sekretaris BKD Kota Pontianak itu.
Saat itu Humas masih bergabung dengan Dinas Pariwisata. Humas ada di bidang Kominfo. Lazuardi juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Pemkot Pontianak. “Saya lebih banyak tugas di sekretariat,” katanya.

Kendati dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kabag Humas, Lazuardi berharap agar tali silaturahmi tetap terjalin baik. Begitu juga dengan rasa kekeluargaan jangan pernah luntur. Ia tidak ingin, jalinan silaturahmi dan kekeluargaan itu hanya sebatas ketika dalam urusan pekerjaan saja. “Bukan saja hanya gara-gara pekerjaan. Tapi kita ini sebagai manusia biasa yang harus tetap menjalin hubungan. Atas nama pribadi saya mohon maaf, bila selama saya di humas, ada hal-hal yang kurang enak dari saya. Saya mohon maaf dan semoga Ridho Allah menyertai kita,” ungkapnya.

Di posisi barunya yang berkaitan dengan kepegawaian, dia mengaku tentunya akan banyak belajar mengenai Undang-undang Kepegawaian. Karena harus menyesuaikan denganm tupoksi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tempatnya bertugas. “Sehingga apa yang diamanahkan kepada saya dapat saya lakukan dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Selama bertugas di Bagian Humas, dia mengatakan, yang paling berkesan di humas karena rasa dan semangat kekeluargaan cukup tinggi. Kerjasama terjalin baik. “Kawan-kawan saling bahu membahu dalam menjalankan pekerjaan walau terkadang memang ada mengomel-ngomel, tapi lebih banyak saling mendukung,” tuturnya.

Selain itu, hal yang juga berkesan baginya adalah karena anak buahnya tidak memandang materi dalam mengabdi. “Hari besar pun masih mau menjalankan tugas walau kadang berkelahi sama istri, saat lebaran tetap menjalankan tugas. Padahal istri dan anak di rumah mengajak berjalan untuk bersilaturrahmi,” pungkasnya. (humas)

Rabu, 07 September 2011

Indisipliner Pegawai DISPENDA Kalbar


Pontianak, Tingginya indisipliner pegawai negeri sipil (PNS) diberbagai daerah belakangan ini menjadi sorotan berbagai media cetak dan elektronik. Jam kerja (efektif) sesuai dengan “ PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2008 “ (TENTANG PEDOMAN ANALISIS BEBAN KERJA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH), seolah-olah hanya menjadi pengisi lemari arsip pemerintahan.

Dari dinas-dinas yang ada di Provinsi Kalbar, DISPENDA (Dinas Pendapatan Daerah) adalah yang paling membuat miris DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar. Mulai dari jam kerja hingga kinerja administratif sangat memprihatinkan dan mencerminkan ketidak-tegasan kepala dinas (kadis) selaku pimpinan.

Proposal resmi Kongres AWI ke-II tahun 2011 yang disampaikan ke DISPENDA pada awal bulan Juli 2011 tidak mendapat kejelasan sebagaimana yang telah dilakukan beberapa dinas-dinas yang ada ditubuh pemerintah provinsi kalbar lainnya.

“ Kami telah beberapa kali mendatangi DISPENDA, namun hasilnya selalu pulang dengan alasan-alasan yang acapkali berbeda. “ ungkap Budi Gautama, Ketua DPD AWI Kalbar.
Pada tanggal 07/09/11 DPD AWI Kalbar kembali mendatangi DISPENDA dan menurunkan langsung ketua DPD AWI Kalbar, dan itu dilakukan karena telah didesak laporan pertanggung jawaban dewan pimpinan daerah (DPD) oleh pusat.

“ Apa yang di inginkan pengurus pusat dapat kami pahami, mengingat kegiatan itu (Kongres) sudah berlangsung 2 (dua) bulan yang lalu di Jakarta (7-8/07/11). Namun kenyataannya, kami berurusan dengan beberapa dinas yang kurang memperhatikan disiplin kerja, mulai dari jam kerja hingga kinerja administratifnya, “ terang Humas DPD AWI Kalbar kepada SKU Integritas.

Di DISPENDA Prov.Kalbar, Ibu Widya yang sejak awal menghandle (menangani) proposal tersebut dalam beberapa kesempatan selalu memberi alasan yang berbeda. Rabu, 07/09/11 Ketua DPD AWI Kalbar yang didampingi redaktur pelaksana SKU Integritas mendatangi bu Widya guna mengetahui kejelasan Proposal tersebut.

“ Awalnya kami selaku perpanjangan tangan pengurus pusat ingin melakukan penarikan proposal Kongres AWI II tersebut. Di ruang sekretariat hanya ada 2 pegawai saja, sementara meja lain yang seharusnya di isi oleh SDM-SDM yang disebut PNS, tidak berpenghuni alias kosong, “ jelas Budi.

Ketika ditanya kepada salah satu pegawai yang ada disana, ia mengatakan bahwa saat itu sedang jam istirahat. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, pemandangan diruangan itu tetap tidak berubah.

“ Ironisnya lagi pak Anthony selaku sekretaris sempat keluar masuk ruangan bahkan menanyakan perihal kedatangan kami, namun tidak ada tanggapan yang serius dari beliau sehingga kamipun harus kembali menunggu bu Widya. “ ujar Budi kesal.

Poin pertama yang didapati adalah ketidak-pekaan pak Anthony terhadap permasalahan itu, dan yang kedua adalah ketidak-tegasannya terhadap bawahan yang tidak disiplin terhadap jam kerja.

“ Beberapa dinas yang kami sampaikan proposal Kongres AWI II itu telah menyurati (tertulis) kepada kami bahkan sebelum kegiatan Kongres di selenggarakan (7-8/7/11). Yang menambah kejengkelan kami, bu Widya yang setelah 2 jam istirahat, mengatakan bahwa surat yang sudah turun dari kadis dalam status masih pending dan ketika ditanya hingga kapan di pendingnya, bu Widya tidak mengatakan kapan waktu pastinya. “ terang Budi.

Selama 2 (dua) bulan ini, proposal tersebut hanya menjadi pemenuh berkas surat yang ada dan itu artinya mulai dari bawahan hingga atasan tidak ada komunikasi yang aktif dan inisiatif individu.

“ Mungkin bila proposal itu dibiarkan dan tahun depan kami datang, maka hasilnya sama yaitu masih pending karena atasan dan bawahan sama-sama sibuk, hingga tidak sempat untuk menyurati atau memberitahu kami perihal proposal tersebut. “

Indisipliner PNS baik itu jam kerja dan kinerja admnistrasi beberapa orang di instansi pemerintah akhirnya merusak banyak PNS yang telah bekerja sesuai aturan. Ibarat peribahasa “ Gara-gara nila setitik, Rusak susu sebelanga ”, yang akhirnya banyak pihak yang dirugikan.


“ Kami melihat pemandangan ketidak-disiplinan PNS ini bukan hal yang baru, jauh sebelumnya kami banyak menemukan dinas-dinas yang ruangannya kosong. Kami tidak dapat memberikan sanksi, karena itu merupakan tugas pemerintah dan yang dapat kami lakukan hanyalah menjadikan pemandangan itu sebagai bahan pemberitaan. “ terang Aulya, redaktur pelaksana SKU Integritas Online. (**)

Kamis, 25 Agustus 2011

Meluasnya Prostitusi Dikalangan ABG


Ekonomi dan Lingkungan Menjadi Faktor Utama


Pontianak - Kondisi serta tuntutan ekonomi yang sangat sulit belakangan ini, ternyata bagi sebagian remaja (ABG) di Kota Pontianak bukan akhir dari segala-galanya.....

Selasa, 23 Agustus 2011

Inspektorat Provinsi Kalbar

Segera Rancang Sistem Informasi Pengaksesan Data
 
Drs.Jhon Itang, OE,MM
Pontianak - Kepala Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat Drs.Jhon Itang OE,MM belum lama ini mengatakan, bahwa kedepan pihaknya akan membuat sistem informasi untuk mengakses data secara mudah. Dengan sistem ini nantinya BPK RI bisa secara mudah mengakses dan memonitoring data dari hasil pemeriksaan Inspektorat...

Sabtu, 30 Juli 2011

Lahan Sawit Di Nina Bobokan

Surat Izin Bergentayangan Mengincar Para Investor
                                                 
                                         
Pontianak - Pembangunan suatu daerah dalam peningkatan mutu Sumber Daya Alam (SDA) yang efektif serta efisien guna kelangsungan kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri, tentunya harus berjalan sesuai dengan acuan-acuan (peraturan) yang telah ditetapkan. Banyak perizinan pembukaan lahan untuk sektor-sektor industri seperti perkebunan, pertanian dan perikanan mampu menyerap SDM sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran di suatu daerah.

Kabupaten-kabupaten berkembang ditanah air banyak memanfaatkan sektor-sektor industri tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kabupaten-kabupaten di propinsi Kalimantan Barat banyak memanfaatkan perkebunan sebagai salah satu basis ekonomi rakyatnya, pembukaan lahan pertanian dan sawit sangat membantu tugas pemerintah dalam pembangunan daerah dan yang lebih utama adalah menyangkut kesejahteraan ekonomi kerakyatan.

Kamis, 28 Juli 2011

Mobil Tangki Minyak Kencing Sembarangan


Warga Cium Adanya Indikasi Penyimpangan


Tanggal 25 Juli 2011 kemarin sekitar pukul 18.00 wib, puluhan warga menahan sebuah mobil tangki minyak yang berasal dari APMS Hidayah di Kedamin Darat Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Mobil Tangki minyak berplat KB 9559 FC yang sempat ditahan puluhan warga tersebut kemudian diamankan di Polres Kapuas Hulu, dan kebetulan pada saat kejadian tersebut Kasat Sabara Sukimin berada di TKP.

Terkait minyak tersebut Ajan dari APMS Hidayah mengatakan bahwa minyak tersebut milik Polres dan berisi kurang lebih 1000KL yang dipersiapkan untuk emergensi Polres.
” Mungkin ini pengantri yang tidak puas dengan jatah yang diberikan, dijamin tidak ada penyelewengan minyak, “ ungkap Ajan

Senin, 25 Juli 2011

Penyimpangan APBD Di Mumi'kan

Enam Kuli Tinta Masuk Perangkap Tikus Berdasi

Kapuas Hulu - Di era globalisasi dan reformasi sekarang ini, supremasi hukum hanya menjadi isapan jempol belaka dan yang lebih ironisnya lagi rekayasa para oknum aparat penegak hukum menjebloskan para wartawan melalui persekongkolan antara pengusaha dan penguasa, masih terjadi di Indonesia khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu-Kalimantan Barat.

Pada tanggal 20 Nopember 2010 terjadi penangkapan terhadap 6 (enam) orang kuli tinta (wartawan), 2 diantaranya adalah wartawan surat kabar nasional dan 4 orang lainnya merupakan wartawan lokal surat kabar di Kalimantan Barat. Mereka terpaksa meringkuk di balik jeruji besi tahanan Polres Kapuas Hulu, hingga dijatuhi vonis dengan masing masing vonis ; Lukmannul Hakim, (Kompas Indonesia) 9 bulan dipotong masa tahanan, Mulyadi (Sinar Pagi Baru) di vonis 6 bulan potong masa tahanan, sementara wartawan lokal lainnya seperti Santo (Media Daerah), Timutius (Kapuas Post), Ninggolan (Harian Berkat) dan Ardiansyah (Berneo News), divonis 1 tahun masa percobaan, ungkap M. Asnan Halib Ketua DPD LSM YLKAMD Kalbar, saat ditemui Integritas.

Kamis, 23 Juni 2011

Indonesian AWI Award 2011


Nominator Peraih Award Kalbar 
Sudah Dikantongi

Mendekati hari diselenggarakannya Konggres AWI dan Indonesian AWI Awards 2011 tanggal 06 s/d 08 Juli 2011 di Jakarta, panitia dan juri acara penghargaan ini masih menunggu nama-nama yang nantinya masuk kedalam nominasi. 

"Indonesian AWI Awards 2011 akan diadakan di Auditorium TVRI Nasional, Senayan, tanggal 6 Juli 2011, dan akan ditayangkan secara langsung di TVRI  pukul 20:30," ujar R.Mustafa BSc, selaku Ketua Umum AWI, di Jakarta. 

Indonesian AWI Awards pertama kali diluncurkan pada bulan September tahun 2005. Acara ini merupakan persembahan dari Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) kepada tokoh masyarakat dan pejabat yang telah berjasa dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan pers serta kepentingan publik. 

selengkapnya...

Tim Teknis Perhubungan KK/JKK Sosek Malindo

Adakan Rapat Pertemuan


Pada Hari Kamis, tanggal 23 Juni 2011 Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar telah mengadakan Rapat Pertemuan Tim Teknis Perhubungan KK/JKK Sosek Malindo Tingkat Daerah Kalbar dalam rangka membahas Kertas Kerja sebagai bahan dalam sidang ke-27 Sosek Malindo. Kertas Kerja ini merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan/keputusan KK/JKK Sosek Malindo Tingkat/Peringkat Provinsi Kalimantan Barat - Negeri Sarawak ke-26 dan usulan baru yang akan dibahas bersama Tim Teknis/Perhubungan dan Asuransi KK/JKK Sosek Malindo Tingkat/Peringkat Provinsi Kalimantan Barat.

Walikota Lantik M Akip Sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM

Dirut PD Pasar Kapuas Indahpun Dilantik

Walikota Pontianak
Walikota Pontianak, Sutarmidji, Senin (20/6) melantik M Akip sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Khatulistiwa, menggantikan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Toni Herianto yang telah memasuki masa pensiun dan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kapuas Indah, Badariah Bustami yang sebelumnya dijabat oleh Sugimin.

Menurut Sutarmidji, berdasarkan aturan salah satu unsur yang harus terpenuhi dalam Dewan Pengawas PDAM itu harus ada unsur dari pemerintah. “Nah, dengan pensiunnya Pak Toni berarti unsur pemerintahnya tidak ada sehingga kita harus mengganti beliau dengan unsur pemerintah. Walaupun sebelumnya, saya berkeinginan beliau menjabat sampai tahun 2013 tetapi aturan ternyata tidak membolehkan,” ujarnya.

Kamis, 26 Mei 2011

Jembatan Tapang Selesai Diperbaiki

Kinerja SKPD-TP PU Provinsi Kalbar
Patut Diteladani
 
Permasalahan di Proyek SKPD-TP Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Provinsi Kalimantan Barat TA 2010 dengan nama paket Pemeliharaan Berkala Jembatan Tapang CS yang berlokasi atau menuju ke-arah Putussibau, sudah memasuki final (selesai).

 
Proyek yang kemarin sempat menjadi sorotan beberapa media dan mengharuskan Tim Investigasi DPD AWI Kalbar turun kelapangan, kini telah rampung diperbaiki.
Dari surat konfirmasi pertama (03/05) yang dilayangkan untuk Kepala SKPD-TP Dinas PU Kalbar hingga konfirmasi final (26/05), Pak Tirta tidak pernah menutup-nutupi perihal proyek tersebut. Dan tentunya ini sangat membantu kelancaran pembangunan yang jauh dari penyimpangan anggaran. 
Apa yang telah dilakukan Pak Tirta, perlu dijadikan teladan yang baik. Beliau (Kepala SKPD-TP Dinas PU Kalbar, Ir. Tirtanandis S, MM) sangat agresif dan tidak pasif ketika DPD AWI Kalbar menyampaikan adanya...

Selasa, 24 Mei 2011

Kontraktor Jahil Di Black List

John Itang : Pengawasan Akan Diperketat
 
Islustrasi
   Tahun 2011 ini Inspektorat Provinsi Kalbar akan memperketat pengawasan terhadap aset dan infrastruktur Pemprov semester II dan yang mendapat perhatian lebih adalah penggunaan anggaran untuk proyek insfrastruktur di tubuh Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Kita akan melakukan pengawasan secara ketat untuk menghindari ketidak-tepatan dana anggaran yang di anggarkan. Bukan berarti kita mencari kesalahan orang, namun jika ada yang salah maka akan kita arahkan untuk diperbaiki, “ kata John Itang, Kepala Inspektorat Prov. Kalbar...

selengkapnya

Senin, 23 Mei 2011

Persoalan Ruang Kantor Bisa Belakangan

Sarana Dan Prasarana Pendidikan
Adalah Yang Utama


Suasana Di Kantor Disdik KKR (LT. II)
Untuk memperoleh pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, baik itu dari kalangan miskin maupun kaya. Undang-Undang sudah menjamin hak itu dan pemerintah baik dari pusat hingga daerah berkewajiban untuk memenuhi hak-hak warga negara tersebut.

Hal ini berarti tidak ada alasan apapun yang membenarkan masih adanya anak usia sekolah yang tidak memerolah pendidikan. Baik itu alasan krisis ekonomi, rendahnya minat belajar, atau minimnya sarana dan prasarana.

Bagi Bupati Kabupaten Kubu Raya (KKR), Muda Mahendrawan, yang paling penting harus diselenggarakan oleh pemerintah adalah memenuhi layanan pendidikan tersebut. Soal sarana dan prasarana instansi dinas-dinas bisa dipenuhi secara bertahap (belakangan).

Penuturan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus, setuju dengan apa yang menjadi salah satu perioritas Pemkab Kubu Raya. Dunia Pendidikan, sarana serta prasarananya memang sangat perlu, mengingat KKR ini masih berada dalam proses pengembangan dan salah satunya pengembangan SDA yang berkompeten, cerdas dan berkualitas.

Jumat, 20 Mei 2011

PERMATA-Parit Bapage

Matius dan Stevanus
Mulai Lakukan Aktivitas Pertanian
 
Masyarakat petani Kubu Raya khususnya yang masuk dalam Perhimpunan Masyarakat Petani (PERMATA) daerah Desa Punggur Kecamatan Sungai Kakap (06/07/10), telah mengadakan Upacara Adat “Baremah Tanah“ untuk membuka/menggarap lahan pertanian baru.
Stevanus Loho yang saat itu bertindak sebagai Ketua Parit Bapage dari PERMATA mensosialisasikan beberapa point-point penting mengenai tanah yang menjadi garapan tersebut.
Seperti apa yang pernah diutarakan Stevanus bahwa Upacara Baremah Tanah sangat penting karena sebagai bentuk sikap hormat dan permisi kepada sang Jubata. Upacara adat tersebut memiliki kekuatan hukum adat, bila ada yang menggugat keabsahan upacara adat Baremah Tanah tersebut, bisa dikenakan sangsi adat.
Jalan Menuju Lokasi Lahan Garapan
Status tanah tersebut adalah Tanah Adat Leluhur boleh digarap dan bisa menjadi status hak milik dengan ketentuan-ketentuan yang sudah di atur dan ditetapkan.
Kemarin (20/05/11), DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat (PERMATA) untuk meninjau lokasi tanah garapan yang dimaksud sebagai bentuk sosialisasi dan publikasi ke masyarakat luas...

Rabu, 18 Mei 2011

Bupati Angkat Bicara


Isu Dugaan Korupsi Bikin Adrianus Berang
 
Syaiful Doman, Anggota Komisi A DPRD Landak, meminta agar Pemkab Landak segera melakukana peninjauan kembali penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Kab. Landak.
Seperti yang dikatakan Syaiful, sebagian dana ADD digunakan untuk membiayai pendidikan Sekdes dan ini sudah tidak tepat sasaran dan yang seharusnya biaya pendidikan Sekdes bersumber dari BKD, selaku pengelola aparatur.
selengkapnya...

Sabtu, 14 Mei 2011

Sosial Kontrol Masyarakat dan LSM

Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM
Membantu Kinerja Dinas PU Kota Pontianak

 
Pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak dalam beberapa waktu belakangan ini mengalami perkembangan. Insfratruktur, sarana dan prasarana sudah mulai dapat di realisasikan pemerintah.
Meskipun begitu, permasalahan menyangkut proses pelaksanaan proyek-proyek hingga hasil akhirnya masih ada yang belum maksimal.
"Kita harapkan masyarakat, LSM, dan DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar fokus mengawasi pelaksanaan proyek-proyek yang ditubuh pemerintahan, karena ini untuk kepentingan pembangunan." kata Kepala Dinas PU Kota Pontianak, Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM beberapa waktu lalu.
Edi mengatakan, Dinas PU Kota Pontianak tetap akan mengawasi dalam rangka pencegahan ketidak profesional pelaksana (kontraktor) dalam suatu kegiatan proyek khususnya di tubuh Dinas PU Kota Pontianak...

Jumat, 06 Mei 2011

Tangisan Jembatan Tapang

PT. GMP Segera Lakukan Perbaikan
 
Baru-baru ini (28/4) Tim Investigasi DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar kembali menemukan adanya ketidak-maksimalan hasil kegiatan proyek pemerintah khususnya ditubuh Kementerian Pekerjaan Umum-Direktorat Jenderal Bina Marga-Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar.
Proyek SKPD-TP Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2010 dengan nama paket Pemeliharaan Berkala Jembatan Tapang CS yang berlokasi atau menuju ke-arah Putussibau sempat menjadi perhatian khusus dari Tim Investigasi...

Selasa, 03 Mei 2011

Tekan Kejahatan Korupsi

Melalui Sarana Kurikullum Pendidikan


Drs. H. M. Zeet Hamdy Assovie
Sistem Pemerintahan yang bersih merupakan cita-cita kita semua, sehingga manajemen pemerintahan dan pembangunan dapat terselenggara dengan berdaya guna, berhasil guna, dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

 Ini dapat terwujud apabila Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telah terimplementasikan dengan baik pada semua level pemerintahan, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.  Sesuai PP 60/2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), BPKP diberikan tugas sebagai pembina SPIP.
Drs. H. M. Zeet Hamdy Assovie, Sekda Propinsi Kalbar, berharap hasil dari seminar ini dapat menjadi pendorong dan motivasi semua unit dalam mengurangi tingkat KKN khususnya di wilayah Kalbar.
" Mewujudkan Bangsa Berintegritas & Bebas Korupsi Melalui Pendidikan "
“Banyak dampak buruk akibat maraknya praktek korupsi, tingkat kemiskinan meningkat, permasalahan gizi buruk bertambah, banyak ibu dan anak yang meninggal dunia. Ini semua akibat buruknya perekonomian Negara dan di tambah lagi dengan korupsi yang semakin merajalela...


Senin, 02 Mei 2011

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)

Mitra Buruh Dalam Menuntut Keadilan


Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) periode 2007-2011 yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO-KSBSI), Rekson Silaban menjelaskan, bahwa apa yang telah dilakukan komunitas buruh yang berdemo pada Hari Peringatan Buruh kemarin, tidak perlu dicemaskan.
"Pemerintah tidak perlu khawatir mengenai aksi demo yang direncanakan buruh dalam memperingati Mayday (hari Buruh) dibeberapa daerah kemarin," kata Rekson Silaban.
Ia menayatakan, KSBSI juga terus memonitor dan mewaspadai kemungkinan-kemungkinan penyusupan serta penunggangan tersebut.
"Makanya, Pemerintah harus tanggap menjaga dan menindaknya," lanjut Rekson Silaban.
Sementara Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan terus mengembangkan kebijakan yang tidak merugikan perusahaan dalam negeri. Hal itu antara lain akan dilakukan pembatasan produk-produk asing. Disisi lain pemerintah akan mewujudkan sinergi antara unsur pekerja, pengusaha, dan tentunya pemeritah.
dan menindaknya," lanjut Rexon Silaban.
Sementara Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan terus mengembangkan kebijakan yang tidak merugikan perusahaan dalam negeri. Hal itu antara lain akan dilakukan pembatasan produk-produk asing. Disisi lain pemerintah akan mewujudkan sinergi antara unsur pekerja, pengusaha, dan tentunya pemeritah...
 





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host